Recent Post

Monday, January 15, 2018

Tahun 1950 adalah tahun penting bagi sejarah eksistensi dari Palang Merah Indonesia (PMI). Sejak 1945 sampai dengan 1950 di Indonesia terdapat dua perhimpunan nasional, yaitu Nederlands Rode Kruitz Afdeling Indie (NERKAI) atau disebut Palang Merah Belanda Cabang Indonesia yang telah ada sejak tahun 1873. Adanya dua perhimpunan nasional yang bekerja di Indonesia membuat kebingungan penyerahan bantuan-bantuan internasional. Bahkan sering terjadi persaingan dalam kegiatan kepalangmerahan saat itu.

Hingga pada 16 Januari 1950, dilakukan serah terima aset dari Nerkai ke PMI. Hal ini menjadi pertanda #PMIDiakui . Dualisme perhimpunan nasional yang ada di Indonesia berakhir. Dan secara resmi pula NERKAI dibubarkan.

Walaupun NERKAI telah dibubarkan, Personel Palang Merah Belanda masih membantu PMI secara
organisasi dan kegiatannya seperti pengalihan keahlian dan teknologi hingga tahun 1970-an. Salah kegiatannya adalah membantu pengembangan unit pelayanan darah.

Sejak peristiwa 16 Januari 1950, di Indonesia Perhimpunan Nasional yang bergerak dalam kegiatan kepalangmerahan itu hanya ada satu yaitu PMI. Hal ini memicu pengakuan internasional seperti dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950, dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) saat itu bernama Liga Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (Liga) pada 16 Oktober 1950. Serta Keputusan Republik Indonesia Serikat (RIS) tentang pengakuan PMI pun disesuaikan tanggalnya yaitu Kepres RIS No. 25 Tanggal 16 Januari 1950.
0

Tuesday, January 9, 2018


Banjir melanda Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jatim, Selasa(02/01/2018) petang. Banjir terjadi disebabkan karena hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai yang menuju Waduk Bendo, Kecamatan Sawoo yang merendam 42 unit rumah yang dihuni 94 jiwa dan 1 mushola terendam air.
Untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana PMI Kabupaten Ponorogo Memobilisasi 12 Sukarelawan 1 truk 1 Unit Ambulans  selama 5 hari dari tanggal 2 Januari 2018 sampai tanggal 5 januari 2018.
Syamsu Aida Yahya Sekretaris PMI Ponorogo mengatakan bahwa, ‘’ Tanggal 2 kita mulai siaga jam 21.00 wib untuk membantu evakuasi korban ke lokasi yang lebih aman bila lokasi pengungsian juga terkena banjir membantu dapur umum TAGANA dilokasi bencana, Tanggal 3 januari PMI kirim bantuan beras 150 kg, pakaian layak pakai 35 Karton, alat tulis 20 paket, sabun mandi 80 batang, shampo 126 buah, sikat gigi 44 buah, dan pasta gigi 44 buah dan Jam 15.00 Membantu evakuasi warga dari dusun bendo ke balai Kecamatan Sawoo Ponorogo menggunakan Truk PMI, Tanggal 4 Januari PMI Mobilisasi 6 Sukarelawan Laksanakan PSP untuk anak anak Korban luapan sungai bendo di Balai Kecamatan Sawoo dan tanggal 5 januari PMI jam 12.30 wib Membantu Evakuasi pemulangan korban luapan sungai bendo dari pengungsian ke rumah korban dengan mobilisasi 5 sukarelawan menggunakan 1 unit truk PMI dan 1 unit Ambulance PMI ’’
Luhur Karsanto Ketua PMI Kabupaten Ponorogo Menambahkan” semoga Kehadiran PMI  ini bisa lebih dicintai oleh masyarakat” .(Zab/Humas PMI Ponorogo)
0

Dalam Rangka mengevaluasi Program Kerja Tahun 2017 dan menyiapkan program kerja tahun 2018 Pengurus Kabupaten PMI Ponorogo, rabu (10/01) adakan Musyawarah Kerja bertempat di Aula Markas Kabupaten PMI Ponorogo yang dikuti oleh Dewan Kehormatan PMI Ponorogo, Pengurus Kabupaten PMI Ponorogo, 21 Pengurus Kecamatan Se – Ponorogo.
H. Luhur Karsanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “ Beberapa program kerja tahun 2017 terutama bidang Penanganan Bencana sudah membantu pemerintah dalam bencana tanah longsor desa Banaran pulung dan tanah gerak desa Dayakan serta yang baru saja terjadi Bencana LOongsor Banjir di Pacitan karena sesuai interupsi Ketua umum PMI yaitu bapak Jusuf Kalla Bahwa PMI dalm waktu 6 jam harus sudah dilokasi bencana. Pelayanan Sosial Kesehatan Pengobatan Gratis Balai Pengobatan PMI Ponorogo, ambulan jenazah gratis khusus wilayah kota, dan ambulan untuk pasien dengan tarif murah, dibidang Upaya Kesehatan Transfusi Darah upaya perbaikan dalam pelayanan termasuk uji sharing pentakit yang bersumber dari darah dan dalam penyediaan maupun penyaluran darah’’
Soedjarno Anggota Dewan Kehormatan PMI Ponorogo Menambahkan” semoga dengan kegiatan Mukerkab 2018 ini kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat bisa lebih ditingkatkan dan lebih baik dari tahun 2017” .(Zab/Humas PMI Ponorogo)


0

Saturday, December 23, 2017

Untuk memperingati Hari Sukarelawan PMI Tahun 2017 PMR PMI adakan Latihan Gabungan PMR PMI Se Kabupaten Ponorogo pada tanggal 23 - 24 desember 2017 dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Ponorogo di halaman PMI Kabupaten Ponorogo dan ditutup Balai Desa Japan Jenangan Ponorogo
Qomarul Azmi Ketua panitia mengatakan bahwa  Acara di ikuti oleh 185 orang anggota dari 8 sekolah yaitu dari  MAN 1 Ponorogo, MAN 2 Ponorogo, SMK PGRI 1 Ponorogo, SMKN 1 Jenangan, SMK Kesehatan Bina Karya Medika Ponorogo, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMAN 1 Sambit dan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Tujuan kegiatan ini untuk ikut serta peringati hari sukarelawan PMI juga sebagai media untuk membentuk kekuatan jiwa kemanusiaan sesuai dengan tema HUT Suarelawan PMI tahun 2017  The Power Of Humanity
Zamzam Mustofa Fasilitator PMR mengatakan materi yang disampaikan dan yang dipraktekkan yaitu 7 bidang materi PMR yaitu Kepalangmerahan, Kesehatan Remaja, Pendidikan Remaja Sebaya, Sanitasi Kesehatan, Donor Darah, Kepemimpinan, dan Ayo Siaga Bencana. 
Luhur Karsanto Ketua PMI Ponorogo menambahkan  semoga dengan Kegiatan ini membentuk karakter PMR PMI kedepan siap untuk selalu menjadi pelopor perubahan positif baik dilingkungan sekolah maupun dimasyarakat sesuai Tri Bakti PMR dan Proinsip Prinsip Dasar Kepalangmerahan.(zab/PMI Kab. Ponorogo)
0

Sunday, December 17, 2017

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya kepada para pendonor darah yang secara sukarela sudah menyumbangkan darahnya lebih dari 100 kali. Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara dengan memberikan Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial, pada Minggu, 17 Desember 2017, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat."Sungguh Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian pantas disebut sebagai pahlawan kemanusiaan. Sebab untuk seorang pendonor darah bisa menyumbangkan darahnya sampai 100 kali berarti sudah melakukannya selama minimal 25 tahun," ujar Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.Presiden pun berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk terus konsisten dalam melakukan donor darah guna menyelamatkan nyawa manusia."Saya berharap agar pengabdian kemanusiaan Bapak, Ibu dapat menjadi sumber motivasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama, untuk melakukan berbagai bentuk aksi kemanusiaan lainnya," ungkapnya.Lebih lanjut Presiden menyatakan bahwa ketersediaan kantong-kantong darah dan bantuan kemanusiaan sangat penting di saat saudara sebangsa se-Tanah Air sedang menghadapi bencana. Apalagi Indonesia juga berada di lingkaran api pasifik atau _Ring of Fire_ yang rawan bencana."Kita harus semakin siap untuk menghadapi segala kemungkinan, semakin siap menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia dalam kondisi bencana," tutur Presiden.Oleh karena itu, Presiden tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para anggota Palang Merah Indonesia (PMI) yang terus menerus hadir di setiap wilayah yang membutuhkan bantuan, baik dalam kondisi bencana maupun saat ada rakyat Indonesia yag membutuhkan kantong darah untuk diselamatkan.Ia pun meminta agar PMI terus menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan melanjutkan keberhasilan program donor darah di seluruh pelosok Tanah Air sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kepribadian setiap rakyat Indonesia."Terus ingatkan orang bahwa setetes darah menyelamatkan nyawa seorang manusia," ucap Presiden.Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum PMI dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Ketua Harian PMI Ginandjar Kartasasmita serta para pengurus PMI.Bogor, 17 Desember 2017Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat PresidenBey Machmudinx

0

Thursday, November 2, 2017

Unit Transfusi Darah Palang Merah Ibndonesia ( UTD PMI) Kabupaten Ponorogo mengadakan Sosialisasi Donor Darah pada Kelompok Donor dan manfaat Donor Darah Selasa, (31/10) bertempat di Markas PMI Kabupaten Ponorogo Jl. Dr. Soetomo No. 7 - 9 Ponorogo.

Andi Nurdiana, Direktur UTD PMI Kabupaten Ponorogo mengatakan,acara ini diadakan bertujuan untuk memberikan Sosialisasi Donor Darah dan manfaat donor darah yang dihadiri oleh Ketua PMI Kabupaten Ponorogo dan 46 orang perwakilan kelompok donor.

Sampai dengan tanggal 31 september 2017 ini, jumlah pendonor darah sukarela pmi kabupaten ponorogo yang telah menyumbangkan darahnya secara sukarela tercatat sebagai berikut : pendonor darah sukarela 100 kali sebanyak 20 orang, pendonor darah sukarela 75 kali sebanyak 50 orang, pendonor darah sukarela 50 kali sebanyak 138 orang, pendonor darah sukarela 25 kali sebanyak 518 orang, dan pendonor darah sukarela 10 kali sebanyak 1.749 orang, sedangkan jumlah kelompok donor darah baik dari lembaga/instansi pemerintah/swasta dan organisasi masyarakat yang telah menyelanggarakan kegiatan donor darah pada PMI Kabupaten Ponorogo sejumlah 222 kelompok donor.

Pengerahan dan pelestarian pendonor darah dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, organisasi sosial yang tugas pokok dan fungsinya di bidang kepalangmerahan dan/atau utd dengan mengikutsertakan masyarakat atau kelompok masyarakat’’ tambah andy.


Drs. H. Luhur Karsanto Ketua Pengurus Kabupaten PMI Ponorogo menambahkan, bahwa, ‘’dengan adanya kegiatan ini diharapkan kelompok donor bisa lebih memahami masalah Donor darah dan manfaatnya sehingga lebih semangat untuk meningkatkan jumlah pendonornya demi membantu masyarakat yang membutuhkan darah’’*(zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo).
0

Wednesday, November 1, 2017


Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo Bertepatan Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 89 pada hari Senin (30/10) serahkan Piagam Donor Darah Sukarela (DDS) ke 50 kali, Piagam Penghargaan Kelompok Penggerak DDS terbanyak dan launching layanan Go Blood. 
Bupati Ponorogo H. Ipong Muchlissoni pelindung PMI Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahwa, ‘’ untuk tahun ini Piagam kepada relawan Donor Darah Sukarela (DDS) ke 50 kali diberikan untuk 11 orang dan penyerahan piagam penghargaan Kelompok Penggerak DDS terbanyak unsur Instansi Pemerintah diberikan kepada RSUD dr. Hardjono Ponorogo dan unsur swasta diberikan kepada Artomoro Tanemjoyo Cell Ponorogo.

Selain menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Relawan DDS PMI Kabupaten Ponorogo Bupati Ponorogo hari ini meresmikan peluncuran “ Go – Blood “ yaitu layanan antar jemput kantong darah bagi pasien di rumah sakit, Bank Darah Rumah Sakit, bisa juga digunakan untuk kegiatan donor darah sukarela di luar.

Dengan Go Blood diharapkan dapat menjaga tersedianya darah yang sehat, aman dan terjangkau’’.tambah ipong.*(zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo).
0

Tuesday, October 24, 2017


Guna meningkatkan prestasi belajar siswa, salah satu yang harus diperhatikan adalah aspek kesehatan, seperti kesehatan mata. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo berikan bantuan kacamata secara gratis kepada siswa MTs Negeri Ngunut Kecamatan Babadan, Selasa (24/10).
Syamsu Aida Yahya  sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo mengatakan, "Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu kesehatan mata pelajar yang berada di wilayah kabupaten ponorogo terutama untuk beraktifitas serta melaksanakan kegiatan belajar di rumah maupun sekolah. ".
Tanggapan Agus Darmanto S.Pd. Kepala MTs Negeri Ngunut,  kami mengucapkan terimakasih atas bantuan program kacamata gratis PMI kabupaten Ponorogo, program ini sangat bermanfaat karena siswa bisa melihat kembali dengan jelas dasn lebih bersemangat dalam belaja(Zab/Humas PMI Kab. Ponorogo).
0

Tuesday, September 19, 2017




Dalam rangka HUT PMI ke 72 PMI Kabupaten Ponorogo mengadakan upacara dihalaman PMI Kabupaten Ponorogo Jalan Dr. Soetomo No 7-9 Ponorogo, Senin (18/9) yang diikuti oleh staf, perwakilan sukarelawan (PMR, KSR, TSR) dan dihadiri oleh Dewan Kehormatan, pengurus PMI, Direktur Rumah Sakit umum maupun swasta.

Ketua PMI Kabupaten Ponorogo Drs. H. Luhur Karsanto mengatakan, 72 tahun PMI mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Angka 72 tahun merupakan usia yang matang bagi PMI dalam menghadapi berbagai peristiwa mulai dari bencana, konflik, sampai masalah sosial di Indonesia.
"Berbagai kegiatan kemanusian dilakukan PMI untuk meringankan penderitaan masyarakat baik dalam merespon bencana maupun upaya pengurangan risiko bencana dengan melibatkan masyarakat dan melakukan gerakan kebersihan lingkungan serta upaya meningkatkan penyediaan darah yang sehat. Maka, di HUT 72 PMI ini Karyawan UTD PMI Kabupaten Ponorogo menanda tangani komitmen memberikan  pelayanan darah yang aman, berkualitas, terjangkau, tepat waktu, berkesinambungan dan merata.
“ Selain itu saat dalam HUT 72 PMI tahun 2017 PMI Kabupaten Ponorogo juga laksanakan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada pendonor darah sukarela ke 10 kali dan 25 kali, penghargaan terhadap karyawan yang sudah mengabdi selama 30 tahun serta penyerahan Surat Keputusan Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo tentang Pembentukan PMR Unit SMKN 1 Sawoo dan PMR Unit MA Nahdatul Ummah Ponorogo.



"PMI akan terus meningkatkan sumber daya baik dari manusia dengan pengembangan kapasitas personel melalui pendidikan dan pusat pelatihan guna meningkatkan motivasi kerja personel, maupun dari segi organisasi, pengaturan sarana dan prasarana, perbaikan mekanisme kerja, dan peningkatan kualitas dan profesionalitas pelayanan ". tambah Luhur. *(Zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo)

0

Wednesday, August 16, 2017

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo siagakan 2 Unit Ambulans dan 25 sukarelawan untuk memberikan layanan petolongan pertama dalam Upacara HUT Republik Indonesia ke 72 tahun 2017 kamis, (17/8).
Inna Yety Octavia Amd.Kep, Subsi Pelayanan Kesehatan menyampaikan, bahwa PMI Kabupaten Ponorogo untuk kegiatan HUT RI Ke 72 ini ikut membantu di 2 tempat yaitu di lapangan Kodim Ponorogo dengan menyiagakan 1 unit ambulan dan 10 sukarelawan di alun alun ponorogo menyiagakan 1 unit ambulan dan 15 sukarelawan. Untuk tahun ini peserta upacara yang sakit (pingsan) berkurang di banding tahun lalu.
"Rata rata peserta sakit pingsan karena kecapekan dan suasana yang panas karena teriknya matahari, alhamdulillah saat ada peserta yang sakit bisa langsung diberikan pertolongan pertama dengan cepat tertangani".
Sementara itu, Luhur Karsanto, Ketua Kabupaten PMI Ponorogo menambahkan, bahwa  dengan menyiagakan 2 Unit Ambulance dan 25 Sukrelawan di  Upacara Bendera HUT Republik Indonesia ke 72 ini kehadiran PMI benar – benar sangat dibutuhkan dan bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan.*(Zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo.)
0

Wednesday, August 9, 2017


Untuk bisa mendonorkan darah, disarankan anda dalam keadaan sehat.

Untuk bisa mendonorkan darah, disarankan anda dalam keadaan sehat. Akan tetapi, ada kondisi medis tertentu yang perlu diperhatikan sebelum anda menjadi donor darah. Konsumsi obat-obat tertentu juga perlu perhatian khusus sebelum donor darah. Semua itu bukan berarti menghalangi anda dari menjadi donor darah, namun ada kondisi khusus yang perlu dipatuhi.
Artikel berikut akan mencoba memaparkan kondisi medis apa saja yang mempengaruhi donor darah, dan kapan anda dapat mendonorkan darah anda.  
1. Depresi
Penderita depresi yang sedang dalam pengobatan disarankan untuk tidak mendonorkan darahnya. Alasannya adalah pengobatan yang mengatur alam perasaan atau psikis dapat mengacaukan keputusan sang pendonor pada saat mengisi atau menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait status kesehatan. Penyakit depresi berat pun dapat mengacaukan proses pembuatan keputusan dan pernyataan status kesehatan tersebut juga. Orang-orang ini disarankan untuk mendonorkan darahnya pada saat mereka sudah terobati dan tidak lagi memerlukan untuk kontrol kembali ke klinik.

2. Hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi)
Jika anda meminum obat penurun kadar kolesterol, misalnya statin, tapi anda tidak mempunyai penyakit jantung atau pembuluh darah, anda masih dapat mendonorkan darah.

3. Diabetes
Jika anda mengidap diabetes mellitus ringan dan tidak memerlukan pengobatan baik minum maupun suntik insulin untuk mengontol diabetes, bisa hanya terkontrol melalui diet dan perubahan gaya hidup, anda masih dapat mendonorkan darah.

4.Penyakit Autoimun
Pengidap penyakit autoimun seperti tiroid, ankylosing spondylitis, tidak disarankan untuk mendonorkan darah. Hal ini disebabkan ada resiko (walaupun kecil) untuk mengganggu sistem kekebalan tubuh atau menularkan penyakit tersebut ke orang yang menerima donasi darah dari penderita penyakit autoimun.

5. Defisiensi enzim G6PD
Penderita defisiensi enzim Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase dapat mendonorkan darahnya. Akan tetapi disarankan agar donasi yang dilakukan adalah donasi plasma/platelet, bukan whole blood. Hal ini disebabkan enzim G6PD mempengaruhi sel darah merah sehingga lebih rentan terhadap stress biokimia. Sehingga, sel darah merah tersebut mudah terpengaruh apabila terpapar dengan obat atau infeksi akut. Defisiensi G6PD adalah penyakit darah yang diturunkan.

6. Epilepsy
Penderita epilepsy yang ingin mendonorkan darah harus bebas kejang dan tidak membutuhkan pengobatan anti-epilepsi selama sekurang-kurangnya 3 tahun. Sedangkan mereka yang masih mengalami kejang berulang dan membutuhkan obat untuk mengkontrolnya tidak boleh mendonorkan darah. Hal ini disebabkan proses pendonorkan darah dapat meningkatkan resiko untuk mengalami kejang. Resiko ini bahkan lebih tinggi pada mereka yang meminum obat anti-epilepsi.

7.Gout / hiperuricemia (kadar asam urat tinggi)
Pendonor yang mempunyai kadar asam urat tinggi dapat mendonorkan darahnya. Mereka yang meminum obat untuk menurunkan kadar asam urat (seperti allopurinol) juga dapat mendonorkan darahnya. Akan tetapi, orang dengan kadar asam urat tinggi yang baru-baru ini mengalami serangan gout tidak boleh mendonorkan darahnya setidaknya 2 minggu setelah episode serangan akut mereda secara klinis.

8. Hipertensi
Jika anda memiliki hipertensi esensial tetapi tidak memerlukan obat-obatan untuk mengontrolnya, dan tekanan darah anda masih masuk dalam batas yang dapat diterima saat hari pendonoran, maka anda dapat mendonorkan darah anda. Donor yang membutuhkan obat anti-hipertensi tidak boleh mendonorkan darahnya.

 9.Thalassemia
 Penderita thalassemia minor biasanya sehat dan tidak mengalami gejala apa pun. Mereka masih dapat mendonorkan darah apa bila kadar haemoglobin mereka mencapai 12.5 g/dl. Tetapi pendonor dengan thalassemia minor ini dianjurkan untuk hanya mendonorkan plasma / platelet, bukan whole blood. Hal ini disebabkan sel darah merah pengidap thalassemia minor lebih rapuh dan dapat rusak dengan mudah. Sumsum tulang pendonor dengan thalassemia selalu berusaha keras untuk mengkompensasikan penghancuran sel darah merah tersebut, sehingga mendonorkan whole blood akan membuat sumsum tulang semakin mereka kelelahan bekerja keras.  

10.Tiroid
Tergantung dari jenis tiroidnya, ada yang dapat mendonorkan namun ada juga yang tidak dapat. Pendonor dengan riwayat atau sedang mengidap penyakit tiroid karena proses penyakit autoimun tidak boleh untuk mendonorkan darahnya. Seperti keterangan untuk pengidap penyakit autoimun diatas, alasan tidak boleh mendonorkan darah adalah karena penyakit autoimun tersebut. Pasien dengan kanker tiroid juga tidak boleh untuk mendonorkan darahnya. Jika penyakit tiroid mereka tidak karena penyakit autoimun, mereka dapat mendonorkan darahnya setelah kadar tiroid mereka normal dan tidak sedang meminum obat anti-tiroid.

11. Ankylosing Spondilitis
Penyakit ankylosing spondylitis adalah kelainan autoimun yang menyerang tulang belakang. Seperti keterangan untuk pengidap penyakit autoimun diatas, alasan tidak boleh mendonorkan darah adalah karena penyakit autoimun tersebut. Hal ini disebabkan ada resiko (walaupun kecil) untuk mengganggu sistem kekebalan tubuh atau menularkan penyakit tersebut ke orang yang menerima donasi darah dari penderita penyakit autoimun.

12. Hepatitis B atau C
Jika anda pernah mengidap hepatitis B atau C, atau anda pernah kontak dengan orang yang mengidap hepatitis C, anda tidak boleh mendonorkan darah anda. Jika anda pernah kontak dengan orang yang mengidap hepatitis B dan ingin mendonorkan darah anda, maka anda harus: menunggu setidaknya 12 bulan dari waktu kontak, menerima vaksin lengkap hepatitis B, dan mempunyai bukti respon antibodi hepatitis B (50iu/ml) dalam kurun waktu 5 tahun sebelum tanggal donor darah.

13. Malaria
Jika anda pernah menderita malaria atau baru saja berpergian dari daerah endemik malaria, maka anda tidak boleh mendonorkan darah anda untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Hal ini disebabkan parasit malaria mungkin akan tetap berada di aliran darah anda walaupun dalam jumlah yang sangat kecil. Walaupun parasit ini tidak memberikan gejala apa pun pada anda, namun penerima donor darah anda dapat menderita malaria setelah menerima darah anda.  

14. Hamil atau Menyusui
Anda disarankan untuk tidak mendonorkan darah anda pada saat sedang hamil, atau saat 6 minggu setelah melahirkan atau aborsi. Jika kelahiran dilakukan dengan cara operasi sesar, maka anda perlu menunggu 6 bulan setelah operasi sebelum dapat mendonorkan darah. Jika anda sedang menyusui, anda sebaiknya tidak mendonorkan darah. Hal ini disebabkan dengan mendonorkan darah anda dapat mengurangi cadangan zat besi anda, sehingga dapat mengurangi juga zat besi yang terkandung pada ASI, yang penting bagi bayi anda.  

Sumber: Health Sciences Authority. Blood Donations: Frequently Asked Questions.
0

Tuesday, August 8, 2017

Hari ini, selasa (8/8) Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Ponorogo laksanakan kunjungan ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Tulungagung Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 39 Kedungwaru Tulungagung.
Studi banding atau kunjungan kerja ini dipimpin oleh Drs. H. Luhur Karsanto, M. Si, Ketua PMI Kabupaten Ponorogo iikuti oleh Kepala UTD dan staf UTD PMI Ponorogo dan disambut oleh Drs. Eko Soetanto Ketua PMI Tulungagung dan dr. Rukmi Kepala UTD dan seluruh staf markas dan staf UTD PMI Tulungagung
Luhur Karsanto M. Si.Ketua PMI Kabupaten Ponorogo dalam sambutannya menyampaikan bahwa,  tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin hubungan komunikasi dan belajar bagaimana cara meningkatkan kwalitas pelayanan kepada Masyarakat mulai bagaimana menata manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)nya, alat yang digunakan sampai proses pengolahan serta pembuangan limbahnya.


Drs. Eko Soetanto Ketua PMI Tulungagung memberikan tanggapan dalam sambutannya menyampaikan  Kami mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo, yangb telah memilih UTD PMI Tulungagung menjadi salah satu tempat study banding.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak karena bisa berbagi pengalaman dan berdiskusi kelebihan dan kekurangan masing masing UTD PMI pelaksanaan pengolahan dan pelayanan darah. semoga dengan pertemuan dan diskusi yang singkat ini dapat menambah ilmu dan kiat untuk memajukan dan meningkatkan mutu pelayanan Unit Transfusi Darah PMI tambah eko.*(zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo).

0

Sunday, August 6, 2017

Sebagai tindaklanjut kegiatan reformasi yang dilaksanakan tanggal 3-4 juli 2017 PMR MAN 2 Ponorogo pada hari minggu (06/08) laksanakan serah terima  jabatan (sertijab) dari pengurus tahun 2016/2017 kepada pengurus tahun 2017/2018 sekaligus pengukuhan pengurus 2017/w018 di pantai parangtritis jogjakarta.
Itsnan Mahfudin Al Mubarok Ketua panitia mengatakan,"bahwa, kegiatan ini untuk menyerahkan mandat dan amanat tugas dari pengurus lama kepada pengurus baru yaitu pengurus masa bakti 2016/2017 ke pengurus masa bakti 2017/2018, acara ini di ikuti oleh 82 orang peserta dihadiri oleh Wakil Kepala Madrasah, PMI Ponorogo dan juga para alumni PMR MAN 2 Ponorogo.
Nyamiran M.Pd Waka Kesiswaan mewakili Kepala MAN 2 Ponorogo menambahkan,"semoga dengan serah terima jabatan ini pengurus yang baru menerima mandat lebih amanah, lebih semangat dan lebih eksis dan tentunya bisa membawa PMR MAN 2 Ponorogo ke prestasi yang lebih baik, lebih semangat dan bisa lebih maju karena anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosika prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI."*(zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo)

0

Saturday, July 8, 2017

Untuk meningkatkan kapasitas sukarelawan dan untuk mendukung peningkatan pelayananan kepalangmerahan khususnya pada bidang kesehatan dengan adanya pelayanan Pertolongan Pertama dan ambulans PMI Kabupaten Ponorogo mengadakan Pelatihan Teknis Pertolongan Pertama yang dilaksanakan tanggal 8  12 juli 2017 di Hotel Tlogorejo 1 Kecamatan Ngebel Ponorogo.

Irfan Indra Saputra Ketua Panitia mengatakan bahwa, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas sukarelawan PMI di bidang Pertolongan Pertama, acara diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari KSR-PMI unit Markas PMI Ponorogo, KSR-PMI Unit IAIN Ponorogo, KSR-PMI Unit Stikes Buana Husada Ponorogo serta perwakilan sukarelawan SIBAT PMI Ponorogo.
Materi yang diberikan kepada  peserta bagaimana teknis secara teori dan da praktek pertolongan pertama dan pemateri dalam kegiatan ini berasal dari Pelatih PMI Bidang Pertolongan Pertama PMI Provinsi Jawa Timur
Syamsu Aida Yahya Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo saat membuka acara menyampaiakan bahwa,  salah satu tugas PMI yaitu mencegah dan meringankan penderitaan sesama yang disebabkan oleh bencana atau akibat ulah manusia dan kerentanan lainnya, dengan tidak membedakan agama, bangsa, suku bangsa, bahasa, warna kulit, jenis kelamin, golongan dan pandangan politik .
semoga dengan adaya kegiatan ini semoga bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sukarelawan dalam teknik Pertolongan Pertama (PP) dan dapat Meningkatkan citra positif PMI dalam memberikan pelayanan Kepalangmerahan di masyarakat. Tambah Syamsu.*(zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo)

0

Tuesday, July 4, 2017

Dalam rangka melaksanakan program kerja PMR Wira  MAN 2 Ponorogo mengadakan Reformasi Pengurus Periode 2016/2017  tanggal 4 - 5 juli 2017 bertempat di MAN 2 Ponorogo.
Nasta'in M. Pd Kepala MAN 2 Ponorogo menyampaikan " Kami atas nama Madrasah mengucapkan trimakasih kepada Pengurus PMR periode 2016/2017 yang telah menjalankan program kerjanya dan kami ucapkan selamat atas terpilihnya Ketua  sekaligus Pengurus PMR periode 2017/2018 semoga bisa  amanah dalam melaksanakan program kerja tambah banyak anggotanya dan tambah bagus prestasinya.
Itsnan mahfuddin al mubarok ketua PMR Periode 2016 /2017 mengatakan saya mengucapkan trimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada Kepengurusan angkatan kami banyak ilmu- ilmu yang telah kami dapatkan, kami mohon maaf apabila kami ada kesalahan selama kami diberikan amanah semoga Kepengurusan yang baru bias lebih baik dari Kepengurusan kami.
Qomarul aziz Ketua PMR Periode 2017/2018 memberikan tangapan  bahwa, Kami mewakili Pengurus mengucapkan trimaksih atas pendidikan yang telah diberikan selama kami menjadi anggota, Kami mohon doa restu dan dukungan dari semua pihak semoga kami bisa amanah dalam menjalankan program kerja dan bisa membawa PMR MAN 2 Ponorogo lebih baik dalam prestasi maupun pengembangan organisasi.*(zab/Humas PMI Kabupaten Ponorogo)
0

Sunday, July 2, 2017


Untuk mempererat hubungan tali silahturahmi antara Pengurus dengan Karyawan PMI Kabupaten Ponorogo adakan silaturrahmi dan halal bil halal senin (03/07) bertempat di aula PMI Kabupaten Ponorogo yang dihadiri Pengurus dan seluruh karyawan PMI Ponorogo.
Luhur Karsanto Ketua PMI Kabupaten Ponorogo menyampaikan “ acara dimulai dengan apel bersama dilanjutkan ramah tamah Idul fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim setelah selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa.
“PMI perlu mengembangkan diri dan harus lebih profesional dalam melayani masyarakat, termasuk bagaimana infrastruktur pelayanan lebih baik dan didukung dengan sumber daya manusia yang baik untuk menjawab kebutuhan kerja tepat dan cepat untuk masyarakat,” tambah Luhur.*(zab/Humas PMI Ponorogo)

0